Prof. Winarko: Belajar dari Cerita

Screenshot_20190326-222528Sahabatku …..
Mari kita belajar dari sebuah cerita tentang perjalanan air. Air dari puncak gunung menuju lautan. Tentunya melewati berbagai proses yang panjang.

Suatu saat air terhalang oleh batu, tetapi karena air tidak mudah putus asa, maka dia pun melewati batu. Di pertanian untuk pengairan, batu ditinggikan, tapi air tak mau kalah. Dia mencari sela-sela diantara batu. Oleh para petani sela-sela batu tersebut diberi semen, jadilah dam. Air tetap tak mau menyerah. Dia mencari resapan-resapan, yang penting dia sampai pada tujuan yaitu lautan. Petani tak mau kalah. Dia tutup semua peluang-peluang resapan, sehingga air pun tak bisa berkutik; melewati sela tak ada, meresap pun tak bisa. Tapi karena air punya daya tahan luar biasa, punya daya tangguh luar biasa, punya daya juang luar biasa, akhirnya air ini pun meninggi dan terus meninggi sampai akhirnya dia meluap melewati bendungan. Petani tak mau kalah, ditinggikan lagi bendungan. Air pun terus berpikir bagacimana caranya agar mereka sampai kepada lautan. Air terus berpikir kreatifitas apa yang bisa mereka lakukan sehingga mereka bisa sampai ke lautan. Akhirnya dia bekerja sama dengan matahari. Matahari memanasi air di bendungan tersebut, kemudian menguapkannya ke udara. Udara bekerja sama dengan awan. Sampai kemudian c mendinginkan uap air itu, akhirnya jadilah hujan dan sampailah air ke lautan.

Kita semua tentunya sering berjalan untuk meraih tujuan, mimpi, harapan dan perjalanannya pasti cukup panjang. Lalu apa yang kita lakukan? Apakah kita berhenti, pasrah, meyerah? Atau terus mencari jalan keluar, mencari solusi, mencari jawaban untuk melewati semua kesulitan itu?

Ketika kita berhasil, datanglah kesulitan lagi yang lebih besar. Apakah kita menyerah atau kita terus berusaha, terus berkreatifitas mencari cara bagaimana agar kita bisa melewati kesulitan-kesulitan yang ada? Ada orang yang berhenti dan menyerah, sehingga dia mati dalam kegagalan-kegagalannya, mati dalam keputusasan-keputusasaannya, mati dalam kekecewaan-kekecewaannya. Tapi ada orang yang meniru air sungai. Dia bekerja sama dengan orang lain, bekerja sama dengan pihak lain untuk mencari solusi, mencari jalan keluar, mencari jawaban untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada dihadapannya.

Jadi,kita seperti apa selama ini? Menyerah terhadap penghalang-penghalang yang ada atau berjuang untuk melewati semua kesulitan?

Jika Kita merasa sulit menjalaninya sendirian, melewatinya sendirian, mengatasinya sendirian, bukankah diluar sana cukup banyak sources, sangat banyak orang yang bisa kita ajak bekerja sama, sangat banyak teman, sahabat, mitra yang bisa kita ajak kerjasama untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada di depan kita.

Jangan pernah menyerah sampai impian menjadi nyata. Pilihannya hanya dua, kita menyerah maka selesailah perjalanan Kita, atau Kita terus berjuang dan berjuang, seperti air tadi, maka impian indah didepan sana akan menjadi milik kita.

www.kompasberita.com – 08113610417

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )