Kemlu Pantau Ratusan WNI di Minneapolis Usai Rusuh Kasus George Floyd

Kerusuhan terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), buntut kasus tewasnya pria kulit hitam, George Floyd. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menginformasikan lebih dari 200 warga negara Indonesia (WNI) menetap di Minneapolis dan St Paul.

“Sesuai data di KJRI Chicago, data WNI di seluruh negara bagian Minnesota sebanyak 948 orang dan 254 di antaranya mahasiswa. Khusus untuk di Kota Minneapolis sampai dengan St Paul (twin cities-karena kotanya bersebelahan), jumlah WNI kita sebanyak 270 orang,” kata Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah kepada detikcom, Minggu (31/5/2020).

Faizasyah mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI dan KJRI setempat. Menlu Retno LP Marsudi, sebut dia, meminta pihak KBRI dan KJRI memastikan keselamatan para WNI di sana.

“Pemerintah Indonesia melalui perwakilan Indonesia di AS mengikuti dari dekat perkembangan di AS menyusul insiden yang terjadi di Minnesota. Hal ini utamanya dikaitkan dengan upaya perlindungan WNI,” tutur Faizasyah.

“Menlu RI telah menginstruksikan kepala perwakilan RI di AS, baik KBRI dan KJRI untuk terus memastikan keamanan dan keselamatan WNI kita di AS. Untuk itu, perwakilan Indonesia di AS telah mengeluarkan peringatan dan imbauan kepada WNI di sana dan juga menghubungi simpul-simpul masyarakat dari waktu ke waktu,” imbuhnya.

Faizasyah memastikan pemantauan para WNI akan terus dilakukan. Kemlu, sebut dia, juga meminta para WNI mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

“Intinya perwakilan RI juga mengingatkan terus agar WNI mengindahkan ketentuan dari otoritas setempat, seperti tidak keluar tempat tinggal saat penerapan jam malam,” sebut Faizasyah. Dia menjawab pertanyaan, apakah WNI di Minneapolis harus dievakuasi.

 Diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di Minneapolis akibat tewasnya pria kulit hitam, George Floyd. Jaksa Agung AS, Bill Barr mengatakan bahwa ekstremis sayap kiri dan anarkis berada di belakang kerusuhan tersebut.
Dilansir AFP, Minggu (31/5), Bar mengatakan kelompok supremasi kulit putih yang terorganisir dan geng-geng narkoba diduga memiliki peran penting dalam kerusuhan tersebut. Bar juga menggemakan klaim Presiden Donald Trump bahwa kaum kiri bertanggung jawab atas peristiwa itu.

“Sayangnya, dengan kerusuhan yang terjadi di banyak kota kami, di seluruh negeri, suara-suara protes damai telah dibajak oleh unsur-unsur radikal yang kejam,” kata Barr dalam sebuah pernyataan singkat di televisi.

SUMBER

https://news.detik.com/berita/d-5035217/kemlu-pantau-ratusan-wni-di-minneapolis-usai-rusuh-kasus-george-floyd/1

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )