Prof Mas’ud: Pemikiran Kiai Afif Kurangi Tensi Perdebatan soal Negara

Salah satu ulama masyhur di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) kembali dianugerahi Doktor Kehormatan (HC). KH Afifuddin Muhajir mendapatkan gelar kehormatan tersebut dari UIN Walisongo Semarang pada Rabu (20/01/2021).

Sejumlah tamu penting turut hadir dalam acara tersebut, seperti Rektor UIN Walisongo Semarang, Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sekjend Kemenag, Perwakilan Perguruan Tinggi, dan Ketua serta Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Tidak lupa, sekitar 150 tokoh agamawan, cendikiawan, dan pejabat turut memberi penghormatan kepada Kiai Afif.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Imam Taufik mengatakan, bahwa tidak ada yang meragukan kealiman Kiai Afif di taraf nasional dan bahkan internasional.

“Kiai Afif memiliki kapasitas keilmuan yang tinggi di kalangan para kiai di NU dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kiai Afif juga dapat memberi pelajaran kepada para cendikiawan tentang konsep-konsep yang disusun secara terintegrasi dan tidak parsial serta tidak mengindahkan syarat penguasaan bahasa Arab dan Al Qur’an,” katanya.

Tidak hanya itu, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Mas’ud Said turut mengapresiasi berbagai pemikiran cemerlang dari Kiai Afif. Menurutnya, posisi pemikiran Kiai Afif dalam konteks penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam konteks ushul fiqih sangat penting agar semua tatanan negara ini mendapat penjelasan yang paripurna.

“Urgensi lainnya termasuk mengurangi tensi perdebatan yang tidak perlu bila masih ada yang mengatakan bahwa negara ini tidak Islami dan negara kafir. Maka aturannya tidak diikuti dan pemimpinnya dianggap dholim,” ujar Prof Mas’ud.

Selengkanya KLIK di sini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )