kompasberita | Langkat — Suasana malam di Jalan K.H. Z. Arifin, Stabat, tampak berbeda pada Kamis (6/11/2025). Bukan razia atau penindakan yang dilakukan polisi lalu lintas, melainkan kegiatan penuh kehangatan bertajuk “Polantas Menyapa”, yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Langkat.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Langkat AKP Mhd. Tommy Pranata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T. ini mengusung konsep patroli dialogis. Melalui pendekatan komunikasi yang humanis, jajaran Polantas mengajak para pengemudi ojek online (Ojol) dan pengguna jalan lainnya untuk memahami pentingnya keselamatan serta budaya tertib berlalu lintas.
“Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran dari hati, bukan karena takut ditilang. Kami ingin rekan-rekan pengendara memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,”
ujar AKP Tommy di sela kegiatan.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para petugas tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga berdialog langsung, mendengarkan keluhan, dan memberikan solusi sederhana seputar keselamatan berkendara. Pendekatan ini mendapat sambutan positif dari para pengemudi Ojol yang hadir.
“Kami merasa dihargai. Cara penyampaiannya ramah dan mudah dipahami. Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan,” ungkap salah satu pengemudi Ojol yang turut hadir.
Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. mengapresiasi inisiatif jajarannya yang terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Ia menegaskan bahwa program Polantas Menyapa bukan sekadar rutinitas patroli, melainkan bentuk nyata pelayanan dan kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran polisi di jalan tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sahabat masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, kita bisa menekan pelanggaran, mencegah kecelakaan, dan menciptakan lalu lintas yang tertib dan beradab,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, AKBP David menyampaikan bahwa pola edukatif dan persuasif seperti ini akan terus dikembangkan ke berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas otomotif, hingga masyarakat pedesaan. Menurutnya, kesadaran publik merupakan fondasi utama untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.
“Menjaga keselamatan di jalan bukan hanya tugas polisi, tetapi juga tanggung jawab moral setiap pengguna jalan. Mari saling menghargai, saling mengingatkan, dan jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya bersama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Polantas Menyapa, Polres Langkat menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang menyapa, mendidik, dan melindungi masyarakat dengan hati. (Dian)









